Minggu, 27 Maret 2011

SD

Baru-baru ini baca marmut merah jambu karya raditya dika dengan segudang cerita tentang kehidupan cintanya. Saya jadi ingin sedikit nulis tentang cinta juga, tapi malah kepikiran masa sd. hmm kenapa yah ? but it`s ok, mumpung masih inget ceritanya yah g da salahnya ditulis. here we go :

1. momen menakutkan

Momen ini yang paling menakutkan bagi saya selama d sd, bahkan rasa itu masih terasa sampai sekarang sampai saya anggap sebuah pobia. Momen itu adalah penyuntikan, yup suntikan !!!! Penyuntikan saat sd bertujuan untuk memasang antibody atau nutrisi dalam tubuh kita. Waktu saya sd penyuntikan dilakukan sampai kelas 4, dan setiap kali saat penyuntikan saya selalu merasa gelisah dan takut. Badan teras lemas dan deg-degan saat menanti waktu pulang. ( penyuntikan biasanya dilakukan saat pulang ). Saat saya maju kedepan untuk giliran disuntik saya selalu gemetar dan tidak mau melihat proses penyuntikan. Pernah suatu kali, saat kelas saya akan diadakan penyuntikan, saya kabur dari kelas berlari menuju mobil jemputan saya. Huehehehehe. Dan pada saat ini ( masa sekarang ) tiap kali saya sakit dan akan dibawa ke dokter pertanyaan pertama yang saya ajukan kepada ortu saya adalah “ disuntik g ntar ? “

2. momen memalukan

Yang berikutnya adalah momen paling memalukan dan momen yang paling buat saya capek. Pada suatu hari ketika jam pulang sekolah, biasanya saya selalu dijemput oleh mobil jemputan saya. Mobilnya selalu menunggu di lapangan depan sekolah. Tapi pada saat itu mobil jemputan saya tidak ada, nah lo kemana tuh mobil ?? pikir saya waktu itu. Ketika sedang bingung mencari mobil itu, tiba-tiba saya diberitahu oleh temanku kalau mobil jemputanku tidak akan datang kesini untuk menjemput saya. Kaget dan cukup bingung saya mendengar hal itu. Entah apa yang ada di pikiran saya saat itu, tanpa pikir panjang saya putuskan untuk berjalan sampai rumah. Yup jalan kaki sampai rumah. Buseet, gila g nyangka gw sepolos itu. Karena kalau diukur-ukur jarak rumah ke sekolah sd saya sekitar tiga kilometer. Fiuh. Saat perjalanan menuju ke rumah, saya selalu memalingkan muka ketika sebuah mobil angkot lewat, kenapa ?? karena siapa tahu dalam angkot tersebut ada teman2 saya, saya malu kalau teman-teman melihat saya. Hehe. Setelah meneriakan semangat 45 sepanjang jalan ( Ok bagian ini boong ) saya tiba dirumah. Dirumah terlihat ibu saya panik mondar-mandir. Yah saya deketin deh
“ kemana aja a, ibu khawatir. O iya kata bagas kamu jalan kaki sampai sini ?? “
“ iya bu, hehe “
“ ya ampun kenapa gak nanya ke bintang ( samarkan ), ibu udah nitipin uang buat ongkos kamu naik angkot. Lagian Ibu dah bilang kalau jemputan g kan dateng. “
Gendok gw diem saat itu, bego kenapa bisa lupa yah pesan ibu saat pagi2 kalau jemputan g kan dateng. Keesokan harinya berita gw jalan dari sekolah ampe rumah menjadi topik hangat dan al hasil gw diketawain temen2 sekelas.

3. momen percakapan

Yang satu ini adalah sebuah percakapan singkat yang entah mengapa selalu saya ingat sampai sekarang, ini dia
“ oi ki, kamu itu unik. “
“ oj ia, kenapa ? “
“ ia soalnya kamu punya dua kepribadian. “
“ HUH !?!? “ ( gila gua dikira punya dua kepribadian, emang gua banci. Siang co malem ce )
“ ia ketika kamu bergaul dengan kita kamu kaya orang yang konyol gtu, suka bobodoran, ngejailin orang, terus lugu lagi. Tapi kalo udah dikasi pelajaran sikap kamu langsung serius, diem ngeliatin soal terus ngerjain soalnya. Bener2 beda haha. “
“ hehe “ ( gw cuman bisa ketawa )
“ kaya yugi kamu di serial yugi-oh, ada sisi lugu dan sisi serius. “
Yah kurang lebih seperti itu percakapannya, disini saya bingung apakah itu sebuah pujian atau bukan. Ini terjadi ketika saya dan teman saya sedang habis olahraga d taman kartini dan berjalan kembali menuju sekolah.

4. momen kebiasaan

Yang berikutnya saya cuman ingin ngebahas tradisi ajah, tradisi yang saya lupa lagi kapan memulainya. Tradisi itu adalah menyontek. Menyontek itu adalah melihat hasil jawaban orang lain ketika ujian berlangsung. Menyontek sudah tidak asing lagi bagi para pelajar bahkan para pelajar seakan menganggapnya hal biasa. Kalau boleh jujur saya pun sering menyontek. Hehe. Tapi kalau flash back ke jaman2 sd, menyontek itu adalah sesuatu yang berbahaya dan haram.
Pada saat ulangan berlangsung semua teman2ku asik mengerjakan soal. Tangan kanan menulis jawaban dan tangan kiri menutupi jawaban. Dan ketika ada yang menyontek saat itu juga teman saya yang dicontek langsung berteriak “ bu s anu nyontek “ al hasil dihukum lah orang yang menyontek.
Guru SMA saya pernah membahas hal ini, beliau berkata bayangkan saja ketika anda sekarang saat ini menghadapi ujian dan teman anda menyontek kepada anda. Lalu dengan spontan anda berteriak “ pak s anu nyontek “, mungkin pada saat pulang sekolah anda sudah tak berbekas, yah minimal dijauhin temen-temen sekelas. Tapi sadarkah anda justru orang yang jujur seperti itulah yang dibutuhkan bangsa ini, kejujuran dan kedisiplinan ini yang dibutuhkan seseorang. Jika satu orang bisa seperti ini, maka saya yakin orang itu akan menjadi orang yang hebat. Zaman ini sudah aneh, dimana suatu kebaikan dan kejujuran sudah dianggap hal yang salah.
Kalau mengaitkan dengan zaman sd, sebenarnya anak-anak sd itu adalah orang-orang yang dibutuhkan bangsa ini. Tetapi pergaulan dan kebiasaan di lingkungan sekitar mereka yang salah, yang membuat mereka melakukan kesalahan. Guru SMA ku tadi juga pernah bertanya seperti ini
“ Rumus luas segitiga apa ? “
Yah secara spontan teman2 sekelasku menjawab setengah alas kali tinggi, dan guru itu melanjutkan
“ iya betul, terus apalagi ? “
Beliau menulis angka urutan dari satu ampe empat yang berarti dia menunggu empat jawaban. Dan al hasil kelas hening tak ada jawaban. Beliau pun berkata seperti ini
“ rumus yang pertama tuh diajarin pas sd. Saat kalian semua duduk di bangku sd pikiran kalian masih bersih belum dikotori oleh pikiran-pikiran yang lain. Masuk SMP kalian diberi rumus luas segitiga yang lain ( gw gk bisa nulis diposting ini lupa hehe ), kenapa bisa lupa ? soalnya pikiran kalian sudah dipengaruhi oleh hal-hal yang lain, misal mikirin cewe/cowo lah, mikirin masa depan lah,dll. “
Berarti kalo menurut saya jaman sd adalah jaman yang efektif untuk menghapal rumus. Hmm. Kalo begitu kenapa anak sd gk diajar kalkulus ama fisika yah hehe.

5. momen percintaan

Yang terakhir nih, momen2 yang paling saya ingat dan saya rindukan sampai saat ini. Momen itu mengenai my first love. Sebut saja dia bunga ( bukan nama sebenarnya ). Saya menyukai bunga ketika sedang ujian, dia duduk di seberang meja sebelah kiri saya. Mungkin ketika kelas lima sd. Saat itu saya sedang asik ngebantai soal2, tiba temen saya ( sebut dia x ) yang kepisah dua meja sebelah kiri berbisik seperti ini ( urutan meja dari kiri : x, bunga, saya ) “ oi ki, bunga, kalau diliat-liat kalian mirip yah. Haha “, otomatis saya dan bunga langsung berpandangan dan saat itu lah momennya, momen ketika saya menyukai dia. ( emang mirip sih kalo saya inget-inget mukanya, jangan ngebayangin muka gw versi ce yah takutnya kalian gk bisa tidur hehe ). Kalau tidak salah itu saat UAS kelas lima sd menuju kelas enam sd. Saya lupa lagi apa aja yang saya lakuin setelah itu, maybe nothing special wih her. It`s all because I was shy when I near her, but we become closer as a friend. Yup just as a friend.
Yang saya ingat itu, ketika saya dan dia berdiri berdampingan di kelas, teman-teman yang lain juga ikut berdiri disekitar kami. Papan tulis dilepas dari dindingnya sehingga kelas saya dan kelas sebelah kini berhubungan karena ada lubang bekas papan tulis.Teman-teman yang lain memperhatikan guruku yang berbicara di seberang kelas yang bisa dilihat dari lubang papan tulis. Saya dan bunga berbincang-bincang. Ini dia percakapan yang saya ingat dan coba saya tulis disini ( intinya aja kali, karena sebelum ini hanya percakapan biasa )
“ ki ntar kamu mau ke smp mana ? “
“ smp satu bandung, kamu mau kemana ? “
“ kalo aku mah smp 9 cimahi. “ ( dia menjawab sambil tersenyum )
Dan percakapan tadi adalah saat terakhir yang saya ingat ketika bersama dia, karena saat itu kalau tidak salah beberapa hari sebelum hari perpisahan sd. Yang anehnya saya tidak bisa mengingat apa pun kejadian ketika hari perpisahan bahkan saya ragu kalau hari perpisahan sd itu ada. Yang selalu saya ingat adalah percakapan tadi, percakapan yang ingin saya ulang kembali.
Setelah itu bertahun-tahun kami tidak bertemu sampai saat itu tiba.
Saya memilih neutron sebagai bimbingan belajar saat itu, tempatnya terletak di dekat smp satu cimahi. Saat itu adalah saat saya duduk di bangku SMP kelas tiga yang akan menghadapi ujian nasional. Saat itu saya datang lebih awal dan ternyata kelas saya digabung dengan kelas reguler yang lain. Ketika sedang asik mendengarkan musik, tiba-tiba seorang cewe bergerak melewatiku dan mencari-cari tempat duduk di belakangku. Saya melihat mukanya, dan saat itu pun saya langsung berpikir “ dia ?!?! mungkinkah ?!?!? bunga ??? “ perkiraanku diperkuat ketika seorang cewe temannya berkata seperti ini “ eh bunga udah dateng, sini duduk. “
Ternyata benar itu bunga, cewe yang saya sukai ketika sd. Ketika sedang asik mencuri pandang dengan dia, saya tertangkap basah sedang melihatnya. Mata kami berdua bertemu, spontan saya langsung memalingkan muka dan mencoba melihatnya kembali, ternyata. Tak ada respon apapun dari bunga, baik itu senyum atau tatapan dia yang kembali memandangku. ‘ apa dia sudah lupa dengan saya “ hal itu yang ada dalam pikiran saya saat itu.
Saat istirahat saya pun keluar dari ruangan untuk membeli jajanan di luar, dan ketika saya balik ke ruangan saya melihat bunga sedang duduk berbincang dengan temannya ( ce ) di depan pintu kelas. Saya pura-pura untuk tidak melihat dia dan berjalan melewati dia, namun tak ada respon apa pun. Saya pun kembali duduk di kelas menunggu pelajaran berikutnya, setelah menunggu beberapa menit gurunya pun datang. Dan anehnya bunga tidak kembali lagi, saat itulah saya menyesal tidak menyapanya. Sampai saat ini saya tidak pernah bertemu dengannya, tidak mengetahui alamat rumahnya, no hpnya, bahkan fb-nya.
Belakangan ini saya membaca buku marmut merah jambu karangan raditya dika, d chapter satu judulnya adalah orang yang jatuh cinta diam-diam. Isinya ternyata hampir sama dengan kejadian yang saya alami dengan bunga. Dan diakhir cerita raditya dika menulis seperti ini
“ orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa melanjutkan kehidupan dalam keheningan dan hanya bisa, seperti yang mereka biasa lakukan, yaitu jatuh cinta sendirian. “
Hmm kata-kata ini langsung saya renungkan dalam hati, dan memotivasi saya untuk bergerak maju ke depan bukan maju ke belakang karena roda kehidupan akan terus bergerak. Yang lalu biarlah berlalu, bahkan andin mengatakan dalam lagunya let`s go moving on. Walaupun saya berteriak-teriak dalam hati untuk maju ke depan namun saya tidak bisa membohongi perasaan saya, perasaan hati kecil saya yang ingin kembali bertemu dengannya.


that`s all folks, gila baru nemu warnet dalam 20 menit bisa donlod 3 vid 20 mega-an. kayanya bakal betah wa disini. kakakaka

now playing Muse - hysteria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar